What's new

Dapatkan Daftar Situs Slot Online di SlotAO.com: Forum Slot Online Indonesia

Masih mencari kumpulan daftar situs judi slot online terpercaya yang fair play? Sekian banyak bandar slot online yang bertebaran di internet pasti membuat anda bingung, mana situs judi slot online yang terbaru dan terbaik. Apalagi saat menghadapi pandemi Covid ini yang tak kunjung habis ini, orang - orang berbondong-bondong mencari situs judi slot online terpercaya 2021 untuk mengisi waktu luangnya. Tunggu apa lagi, bergabung bersama kami disini untuk sharing bersama!

Ask question

Ask Questions and Get Answers from Our Community

Answer

Answer Questions and Become an Expert on Your Topic

Contact Staff

Our Experts are Ready to Answer your Questions

Waspada Grooming: Modus Pelecehan Seksual Online Pada Anak

SlotAO

Moderator
Staff member
Joined
Dec 16, 2021
Messages
12,717
Reaction score
0
Points
6
Waspada Grooming: Modus Pelecehan Seksual Online Pada Anak


Hai semua!
emoticon-Hai


Kian hari para pelaku pelecehan seksual kian meresahkan. Tak cuma perempuan, bahkan laki-laki & anak-anak di bawah umur pun dapat jadi korban. Tindak lakunya pun juga makin beragam, mulai dari mengerjakan rudapaksa, begal payudara, bahkan mengerjakan manipulasi via daring guna menjerat korban untuk memuaskan fetish-fetish mereka. Jika dulu viral kasus Gilang Bungkus yg mengerjakan penipuan atau pelecehan dengan dalih penelitian, sekarang timbulah Grooming, upaya memanipulasi, eksploitasi, & mengerjakan pelecehan seksual pada anak-anak via daring. So, kali ini saya mencoba untuk mengupas tipis-tipis tentang Grooming. Jadi, simak thread ini hingga habis.

Apa Itu Grooming?

Waspada Grooming: Modus Pelecehan Seksual Online Pada Anak


Grooming berasal dari kosakata Inggris yg berarti perawatan. Secara harfiah, grooming berarti suatu proses pendekatan di mana seseorang berusaha untuk mendapatkan kepercayaan dari orang lain secara psikologis untuk kemudian dieksploitasi & dilecehkan.

Sebenarnya orang dewasa juga kerap jadi korban Grooming. Biasanya, pelaku mencari korban di aplikasi dating app, untuk kemudian diajak membangun suatu hubungan yg saling nyaman & mempercayai. Si pelaku sangat pandai bermain mengatakan & memanipulasi keadaan, menciptakan korban menaruh kepercayaan lebih pada pelaku. Tak jarang juga pelaku mengirim hadiah-hadiah pada korban. Lalu kemudian, setelah mendapat momen yg tepat, pelaku akan meminta korban mengirimkan foto & atau video telanjang & kinky. Karena pelaku berhasil mendapat kepercayaan korban, maka biasanya korban tak menolak untuk mengerjakan apa pun yg disuruh pelaku, bahkan mengerjakan pose-pose tak wajar untuk memuaskan fetish pelaku.

Hal paling berbahaya dari tindak pelecehan ini adalah, korban akan sulit lepas dari pelaku. Ketika korban menyadari kalau ia sudah jadi korban grooming, maka pelaku akan memanipulasi keadaan & melontarkan ancaman-ancaman. Ancaman yg paling ditakuti korban ialah, bahwa foto & video korban akan disebarluaskan, dijual, bahkan hingga pada ancaman teror pada keluarga korban. Tak cuma itu, pelaku akan mendoktrin korban dengan pemikiran, bahwa apa yg ia lakukan selama ini tidaklah dapat dipidanakan karena korban mengirimkan foto & videonya dalam keadaan sadar atas dasar suka sama suka. Biasanya, karena takut menanggung malu, korban memilih tutup mulut & terus meladeni kemauan pelaku.

Nah, grooming pada anak-anak pun sistemnya sama dengan penjelasan di atas. Bedanya, si pelaku berkeliaran di media sosial seperti Instagram, lalu menciptakan fake account yg mengatas namakan orang-orang terdekat korban, seperti guru korban, teman, anggota keluarga, bahkan seniman idola.

Kasus Grooming di Indonesia

Waspada Grooming: Modus Pelecehan Seksual Online Pada Anak


Kasus grooming yg menghebohkan pernah terjadi di Surabaya tahun 2019 lalu, di mana Bareskrim Polri berhasil menyita 1300 foto & video anak-anak tanpa busana di ponsel pelaku, TR (25), seorang narapidana dengan vonis 7 tahun penjara atas tindakan pelecehan seksual. Waktu itu korban baru menjalani 2 tahun masa tahanannya. Korbannya mencapai 50 anak yg berhasil dimanipulasi oleh pelaku. Dalam kasus ini, pelaku menciptakan akun palsu di Instagram atas nama seorang guru perempuan. Agar terlihat lebih realistis, pelaku mencuri foto guru tersebut & memposting di akunnya, serta mem-follow orang-orang yg kemungkinan dekat dengan si guru, termasuk murid-muridnya.

Setelah akun dibentuk, pelaku mulai menghubungi para murid satu per satu melalui DM Instagram & memulai proses grooming untuk mendapatkan kepercayaan para korban. Pelaku akan mengajak korban bercerita seru, pura-pura berkonsultasi pelajaran, & curhat. Beberapa kali pelaku juga mengirimkan hadiah berupa mengtransfer uang untuk jajan & membelikan pulsa atau kuota. Hal ini menciptakan para korban merasa dekat dengan sosok guru palsu ini. Setelah momennya tepat, pelaku pun mulai meminta foto-foto & video korban, yg mana kalau korban menolak, maka si guru mengancam tidak akan menaikkankelaskan korban & ancaman-ancaman lain. Pelaku juga meminta nomor WA korban sehingga komunikasi mereka jadi lebih privat lagi.

Siapa yg Bisa Menjadi Pelaku Grooming?

Tidak ada batasan untuk jadi pelaku pelecehan seksual. Siapa saja dapat mengerjakannya. Bisa orang terdekat, anggota keluarga, kekasih, publik figur, & orang asing yg berpura-pura jadi orang terdekat pelaku seperti guru, teman, bahkan tokoh idola.

Bagaimana Cara Mengenali Anak yg Menjadi Korban Grooming?

Waspada Grooming: Modus Pelecehan Seksual Online Pada Anak


Biasanya, korban pelecahan seksual sering berusaha menarik diri dari lingkungan. Anak jadi lebih pemurung atau bahkan sensitif karena stress akibat ancaman-ancaman pelaku. Anak mulai memprivasikan ponselnya dari orang tua, bahkan berusaha supaya orang tua jangan hingga menyentuh ponselnya. Anak juga terlihat memiliki barang-barang baru tanpa dibelikan orang tua, tiba-tiba tidak meminta uang untuk mengisi kuota, atau memiliki uang jajan lebih banyak dari yg biasa orang tua berikan.

Apa yg Harus Dilakukan Jika Anak Menjadi Korban Grooming?

Waspada Grooming: Modus Pelecehan Seksual Online Pada Anak


Segeralah melapor ke pihak berwajib supaya dapat ditindaklanjuti. Sebab, ada pasal-pasal yg dapat memberatkan pelaku grooming, yaitu: UU No. 3/2014 tentang Perlindungan Anak dengan sanksi 5 tahun penjara & denda 5 miliar rupiah, UU No. 44/2008 tentang Pornografi dengan sanksi maksimal 12 tahun penjara & denda 16 miliar rupiah, UU No. 19/2019 tentang ITE dengan sanksi 6 tahun penjara & denda 1 miliar rupiah, Perpu No. 1/2016 tentang Kejahatan Seksual Terhadap Anak dengan ancaman, penambahan masa sanksi 1/3 dari vonis hakim, penyebar luasan bukti diri pelaku, kebiri, & pemasangan alat pendeteksi elektronik.

Mari Lindung Anak dari Bahaya Grooming!

Waspada Grooming: Modus Pelecehan Seksual Online Pada Anak


Lakukan komunikasi 2 arah dengan anak terkait komitmen penggunaan smartphone. Jangan biarkan anak mengelola smartphone-nya sendiri tanpa diawasi. Bila anak memiliki akun media sosial, komunikasikan pada anak untuk menautkan akun tersebut ke orang tua, sehingga ketika anak bermain medsos di ponselnya, notifikasinya dapat muncul di ponsel orang tua juga. Perhatikan siapa yg anak follow, like, konten yg biasa ditonton, game yg dimainkan, serta siapa saja yg berusaha untuk dekat dengan anak via chatting di medsos. Batasi waktu anak untuk memegang ponselnya, di mana setelah waktu bermain ponsel habis, ponsel dikembalikan kepada orang tua.

Bagi beberapa orang, tindakan-tindakan di atas mungkin terkesan mengekang anak. Namun percayalah, untuk anak-anak di bawah umur, tindakan-tindakan tersebut wajib dilakukan. Karena pada dasarnya, smartphone & media sosial bukanlah mainan anak-anak di bawah umur.

Waspada Grooming: Modus Pelecehan Seksual Online Pada Anak


Sebenarnya, Kaskuser, grooming bukanlah modus baru dalam tindakan pelecehan seksual. Namun, masih banyak masyarakat yg belum teredukasi tentang bahaya grooming, sedangkan jumlah anak-anak yg mengakses media sosial tanpa supervisi juga makin meningkat. Jadi guys, dimulai dari orang terdekat & mari bersama lindungi anak dari bahaya pelecehan seksual.

Sekian thread kali ini. Semoga bermanfaat.

Waspada Grooming: Modus Pelecehan Seksual Online Pada Anak


Sumber: 1, 2
Foto: Pixabay
Twitter: diavanillakim
Instagram: diavanillakim
Hari ini 14:19
 
shape1
shape2
shape3
shape4
shape7
shape8
Top