What's new

Dapatkan Daftar Situs Slot Online di SlotAO.com: Forum Slot Online Indonesia

Masih mencari kumpulan daftar situs judi slot online terpercaya yang fair play? Sekian banyak bandar slot online yang bertebaran di internet pasti membuat anda bingung, mana situs judi slot online yang terbaru dan terbaik. Apalagi saat menghadapi pandemi Covid ini yang tak kunjung habis ini, orang - orang berbondong-bondong mencari situs judi slot online terpercaya 2021 untuk mengisi waktu luangnya. Tunggu apa lagi, bergabung bersama kami disini untuk sharing bersama!

Ask question

Ask Questions and Get Answers from Our Community

Answer

Answer Questions and Become an Expert on Your Topic

Contact Staff

Our Experts are Ready to Answer your Questions

Teuku Markam: Kisah Ironi Penyumbang Emas di Puncak Monas

SlotAO

Moderator
Staff member
Joined
Dec 16, 2021
Messages
14,506
Reaction score
0
Points
6
Teuku Markam: Kisah Ironi Penyumbang Emas di Puncak Monas

Teuku Markam: Kisah Ironi Penyumbang Emas di Puncak Monas

Monas (Era.id)

ERA.id- Jarang orang yg tahu, saat Indonesia kesulitan ekonomi, ada sosok yg berpengaruh menyumbang emas untuk puncakMonumen Nasional atau Monas. Ikon daya tarik di Jakarta ini memang punya emas berbentuk api di puncaknya.

Dalam keadaan yg serba sulit, selepas dari jajahan, siapa yg menyumbang emas di Monas yg dibuat pada 1961 itu? Sebelum membahasnya lebih jauh, Monas itu proyek kebanggaan Presiden Soekarno demi menunjukkan kebesaran bangsa Indonesia.

Dilansir dariKompas, pembangunan Monas sempat terbengkalai pada 1966-1972 karena peralihan politik dari Orde Lama ke Orde baru. Selain itu, pembangunan Monas juga mahal, ditaksir Rp358.328.107,57 pada 1972.

Di tengah kesemrawutan itu, Soekarno mencari akal untuk menciptakan Monas. Ia mencari sumbangan dari para dermawan dari seluruh Indonesia. Akhirnya, Soekarno mendapatkan orangnya. Salah satunya Teuku Markam. Teuku Markam menyumbang 28 kilogram emas dari total 38 kg emas yg dibutuhkan untuk melapisi obor Monas. Setelahnya, hal tersebut tidak terdokumentasi & jarang diketahui publik.

Siapa sih Teuku Markam itu? Teuku Markam merupakan keturunan Uleebalang yg lahir tahun 1925 di Seuneudon & Alue Capli, Panton Labu Aceh Utara & dinamai Teuku Marhaban.

Teuku Markam pernah berdinas di militer sebelum banting setir jadi seorang pengusaha. Di awal kemerdekaan, dia piawai melihat peluang bisnis. Berbagai usaha digelutinya, seperti ekspor, impor, besi beton hingga plat baja.

Dia bahkan pernah mendapat sebutan pria terkaya di Indonesia. Bukan cuma kaya, ia juga bersahabat dekat dengan sang proklamator & ikut terlibat dalam proyek pembangunan infrastruktur di Aceh & Jawa.

Teuku Markam mendirikan perusahaan perdagangan bernama PT Markam. Markam juga tercatat sebagai eksportir perdana mobil Toyota hardtop dari Jepang. Ia juga disebut-sebut memiliki beberapa dok kapal di Jakarta, Makassar, Medan, & Palembang.

Selama hidup, Teuku Markam banyak berjasa. Selain menyumbang emas untuk Monas, ia juga ikut andil dalam pembebasan lahan Senayan untuk jadi pusat olah raga serta banyak membiayai berbagai kegiatan dalam melepaskan Indonesia dari penjajahan Belanda, serta ikut mensukseskan KTT Asia Afrika.

Teuku Markam: Kisah Ironi Penyumbang Emas di Puncak Monas


Teuku Markam di era Orba

Nasib Teuku Markam berubah semasa Presiden Soeharto memimpin Indonesia. Dia dituding terlibat dalam Partai Komunis Indonesia (PKI) & dijebloskan ke penjara pada 1966. Vonis atas dirinya dijalankan tanpa proses pengadilan.

Perusahaan yg didirikannya pun diambil alih oleh pemerintah & jadi cikal bakal BUMN bernama PT Berdikari (Persero). Dikutip dariWarta Ekonomi, akibat mendekam di penjara dia kehilangan usaha & reputasinya.

Setelah keluar dari penjara, namanya tidak dipulihkan. Cap PKI masih menempel di dadanya. Hingga hingga akhir hayatnya, dia masih dituding sebagai antek PKI.

Dalam sejumlah sumber disebutkan Monas diresmikan pada 12 Juli 1975. Namun, dari penelusuran pemberitaan & dokumen, tak ada acara peresmian Monas. Kawasan Monas dibuka untuk biasa melalui Surat Keputusan Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin Nomor Cb.11/1/57/72 tanggal 18 Maret 1972.

https://era.id/biografi/45557/teuku-...i-puncak-monas Hari ini 20:39
 
shape1
shape2
shape3
shape4
shape7
shape8
Top