What's new

Dapatkan Daftar Situs Slot Online di SlotAO.com: Forum Slot Online Indonesia

Masih mencari kumpulan daftar situs judi slot online terpercaya yang fair play? Sekian banyak bandar slot online yang bertebaran di internet pasti membuat anda bingung, mana situs judi slot online yang terbaru dan terbaik. Apalagi saat menghadapi pandemi Covid ini yang tak kunjung habis ini, orang - orang berbondong-bondong mencari situs judi slot online terpercaya 2021 untuk mengisi waktu luangnya. Tunggu apa lagi, bergabung bersama kami disini untuk sharing bersama!

Ask question

Ask Questions and Get Answers from Our Community

Answer

Answer Questions and Become an Expert on Your Topic

Contact Staff

Our Experts are Ready to Answer your Questions

Sosok Peniru & Siluet Pria Tinggi yg Meneror Lisa BLACKPINK

SlotAO

Moderator
Staff member
Joined
Dec 16, 2021
Messages
8,579
Reaction score
0
Points
6
[Horor Story] Sosok Peniru & Siluet Pria Tinggi yg Meneror Lisa BLACKPINK


Hai Blinkeu!
emoticon-Hai


[Horor Story] Sosok Peniru & Siluet Pria Tinggi yg Meneror Lisa BLACKPINK


Kalau ngomongin Lisa Blackpink yg terlintas di benak kita pastilah lagu-lagunya yg hits, kemampuan rap & dance-nya yg luar biasa, visual yg memukau, style yg keren & glamour, serta prestasi yg sudah go international. Namun, pernahkah kalian bertanya-tanya, apakah Lisa Blackpink punya pengalaman horor? Kalo pernah bertanya kayak gitu, maka jawabannya adalah, Pernah. So, itulah yg akan kita bahas sekarang. Simak thread-nya hingga habis ya, Blinkeu.

Disclaimer: cerita ini dipaparkan langsung oleh Lisa Blackpink waktu mengerjakan Vlive bareng Jisoo. Aku cuma menuliskan ulang dalam bentuk mini story tanpa mengubah inti ceritanya.

[Horor Story] Sosok Peniru & Siluet Pria Tinggi yg Meneror Lisa BLACKPINK


Di suatu malam di tahun 2017, keempat anggota Blackpink sedang beristirahat di asrama mereka. Aktivitas yg padat & sesi latihan yg melelahkan menciptakan mereka enggan mengerjakan kegiatan lain selain merebahkan diri di kasur. Rose & Jennie di kamar masing-masing, sedangkan Lisa bertandang ke kamar Jisoo.

Malam itu cukup hening. Antara Jisoo & Lisa pun juga tak ada percakapan heboh & saling menjahili seperti biasanya. Mereka cuma mengobrol ringan sambil sesekali bermain ponsel, kadang menatap ke pintu kamar yg dibiarkan terbuka, kali-kali Rose keluar dari kamarnya & bergabung dengan mereka.

Tiba-tiba Jisoo menaruh ponselnya & turun dari kasur, berjalan pelan menuju lemari tempat ia biasa menaruh perlengkapan perawatan wajahnya.

Unnie, anda mau apa? tanya Lisa. Matanya bergerak-gerak, memperhatikan setiap gerak-gerik Jisoo.

Biasa, skincare-an, jawab Jisoo santai. Ia menyambar handuk kecil yg tergantung di dinding, lalu berhenti sejenak di depan pintu kamar mandi. Kamu ga mau cuci muka jugakah?

Lisa menyengir, Ahihi, Unnie duluan aja. Aku nanti aja, mager.

Jisoo mengangguk pelan, lalu masuk ke kamar mandi. Lisa pun lanjut bermain ponsel sambil berselonjor nyaman di kasur. Sesekali ia bersenandung, memecah kesunyian malam yg agak terasa lain.

Menit-menit berikutnya berlangsung seperti itu, tenang, agak terlampau tenang malah. Lalu entah kenapa, ada dorongan aneh dalam diri Lisa yg menyuruhnya untuk melongok ke luar pintu, menatap kamar Rose yg pintunya sama terbuka. Lalu dengan sangat cepat, sepersekian detik ketika ia menatap pintu itu, ia melihat Rose keluar dari kamarnya, berjalan melewati kamar Jisoo menuju ruang tamu yg sekaligus ruang TV tempat mereka biasa berkumpul.

Rose? bisik Lisa. Ia heran, kenapa Rose berlalu begitu saja tanpa menyapanya terlebih dulu. Namun Lisa tak mau ambil pusing. Ia malah nyengir lebar seraya turun dari kasur. Si Rose mah gitu, nonton TV gak ngajak-ngajak. Aku, kan, juga pharap nonton.

Lisa melesat keluar kamar. Langkahnya ringan harap menemui Rose di ruang TV & menonton drama bersama. Namun, sehingganya di sana, ia cuma melihat ruang TV yg sepi & remang. TV juga tidak menyala.

Lha? Si Rose mana? Bukannya tadi ke sini, ya? Lisa menatap ke sekeliling, mencari Rose, kalau-kalau rekannya itu bersembunyi di suatu tempat atau di balik sofa untuk mengagetkannya, seperti yg biasa gadis itu lakukan. Namun setelah Lisa mengitari ruang tamu, tetap tidak ada Rose di sana. Di ruangan itu tidak ada siapa-siapa selain dirinya.

Ke mana, ya, si Congah? Lisa berbisik. Chaeyouung! Yuhuuu! Kamu di mana? Lisa berteriak, memanggil Rose dengan nama Koreanya.

Terdengarlah sahutan Rose dari dalam kamarnya. Apa, sih, Lisa teriak-teriak malam-malam gini?!

Refleks Lisa menoleh ke belakang, ke lorong tempat kamar mereka berada. Lha kok, Chaeyoung ada di kamarnya? bisik Lisa. Merasa kurang yakin, Lisa memanggil Rose sekali lagi. Rose! Kamu di kamar?!

Iyalah, di mana lagi coba? jawab Rose cukup keras.

Lisa mematung seketika, masih tak habis pikir dengan apa yg dialaminya. Ia yakin, ia benar-benar melihat Rose keluar dari kamarnya. Tapi, Rose kok udah di kamar lagi?

Masa iya hantu? bisik Lisa. Bulu romanya meremang seketika. Lisa bergidik ngeri. Tanpa pikir panjang, ia langsung lari ke kamar Jisoo.

Jisoo sedang memakai skincare ketika Lisa masuk kamar dengan napas memburu. Kamu kenapa lari-lari? tanya Jisoo sambil fokus mengoles pelembab ke wajahnya.

Unnie, saya tadi melihat sesuatu. Suara Lisa tercekat.

Jisoo otomatis menoleh. Dilihatnya Lisa yg pucat pasi dengan dada naik turun. Liat apa? tanyanya, lalu mengulurkan tangan, menarik Lisa untuk duduk di sampingnya. Tarik napas dulu baru cerita.

Lisa mengikuti saran Jisoo. Ia tarik napas pelan, & mengeluarkannya dengan pelan juga. Setelah merasa agak tenang, ia pun menjelaskan kejadian tadi kepada Jisoo. Aku takut, Unnie. Yakali asrama kita ada hantunya?

Jisoo terkekeh pelan. Wah, jangan-jangan wanita itu masuk ke kamarmu, Lisa. Hehe.

Aaa, Unnie! Jangan gitu, ah! Lisa merenggut. Jisoo makin tertawa melihatnya, bahagia sekali ia menjahili anggota termuda grupnya itu.

Udah, ah. Buruan ke kamarmu, Lisa! Tidur. Udah malem. Jisoo merebahkan dirinya ke kasur.

Unnie, saya tidur di sini aja ya? mohon Lisa. Ia memelas, yg tentu saja tak dapat Jisoo tolak.

Lagi-lagi Jisoo terkekeh, Takut, ya?

Lisa tak menjawab. Ia langsung melompat ke kasur & berbaring di samping Jisoo.

Cuci muka dulu, Lisa, suruh Jisoo usil.

Duh, ga dulu deh, Unnie. Takut hantunya sembunyi di kamar mandi.

***​


[Horor Story] Sosok Peniru & Siluet Pria Tinggi yg Meneror Lisa BLACKPINK


Malam kembali datang. Lisa di kamarnya, seorang diri, sedang bersiap-siap untuk tidur. Ia tidak mau tidur di kamar Jisoo lagi, takut ketemu hantu yg kemarin. Setelah menaruh ponselnya di meja kecil di samping tempat tidur, Lisa berbaring & memejamkan mata, berusaha untuk segera tidur. Ia benar-benar letih sekali. Sialnya, Lisa malah teringat kejadian kemarin malam. Wanita dari kamar Rose itu kembali terbayang di benaknya. Ia masih tak habis pikir, antara percaya & tidak. Benarkah ada hantu di asrama mereka?

Duh, bodo amatlah! Mending tidur daripada mikirin hantu. gerutu Lisa sambil menarik selimut hingga sebatas dada. Ia pun memejamkan mata, berharap segera bertandang ke alam mimpi.

Malam bergulir pelan bersama kegelapan & kesunyiannya yg asing. Pagi masih agak lama, & Lisa pun terlihat pulas di ranjangnya. Sayangnya, ketenangan itu langsung terusik. Lisa tiba-tiba saja keluar dari alam mimpinya. Ia menggeliat karena sangat gerah. Padahal seingatnya, AC di kamarnya menyala dengan baik.

Belum hilang gerahnya, Lisa mendadak sesak napas, seakan ada yg menekan dadanya dengan benda berat. Makanya, Lisa buru-buru menarik napas dengan boros seraya berusaha bangun karena tak nyaman. Namun matanya tak dapat dibuka walau sudah dipaksa. Seperti ada yg menahan matanya untuk terus terkatup. Padahal ia sadar kalau dirinya sudah bangun, sama sekali bukan mimpi.

Wah, gak bener nih. Lisa membatin. Ia menggeliat, mencoba meronta, menjatuhkan apa pun yg terasa menghimpit tubuhnya. Tapi tidak dapat. Tubuhnya terasa sangat kaku & berat. Lisa mulai panik & kepayahan.

Ji-soo J-jjisoo. Lisa mencoba berteriak, memanggil unnie-nya di kamar sebelah. Tetapi yg keluar cuma suara-suara tercekat lirih. Apalagi kini lehernya terasa seperti dicekik seseorang, menciptakan dadanya terasa kering & perih karena sesak.

Sadar tak dapat mengerjakan apa pun, Lisa mulai merapal mantra-mantra Budha dalam hati. Ia rapal mantra-mantra itu dengan sangat cepat, berharap itu semua segera berakhir karena ia sangat kepayahan.

Budha, tolong bantu saya!
Budha, tolong bantu saya!

BUDHAA BANTU SAYAA! Lisa berteriak kencang. Matanya terbuka lebar. Napasnya memburu, berusaha menghirup oksigen sebanyak-banyaknya. Tangannya pun terangkat, mengusap peluh yg mengalir pelan hingga lehernya.

Mati! Hampir aja saya mati! Lisa menegak ludahnya kasar, membasahi kerongkongannya yg terasa sangat kering. Haus banget ya ampun.

Lisa bangkit pelan-pelan dari tidurnya, duduk di ranjang, hendak menjangkau minumnya di nakas. Namun, sesuatu menciptakannya harap mengumpat seketika. Di ujung ranjang, tepat di bawah kakinya, dalam kegelapan, ia melihat jelas siluet sesosok laki-laki duduk memunggunginya. Laki-laki kurus & sangat tinggi.

Oh, Gosh! Lisa refleks mendesis. Keringat dharap membanjiri punggungnya. Ia bergetar takut. Ingin lari, tetapi tubuhnya terasa lemah tanpa tulang. Tak tau mau berbuat apa, Lisa segera menarik napas panjang & berteriak kencang, JISOO UNNIEEE!!!

Setelah itu semuanya langsung gelap.

***​

Jadi guys, Lisa mengalami kejadian horor itu selama 2 malam berturut-turut. Setelah kejadian sosok laki-laki di kamarnya, Lisa sempat sakit beberapa hari karena syok. Poor My Lalisa.

Jangan-jangan hantunya lagi mencoba caper ke Lisa, hehe.

[Horor Story] Sosok Peniru & Siluet Pria Tinggi yg Meneror Lisa BLACKPINK


Sumber:di sini​


Kemarin 19:06
 
shape1
shape2
shape3
shape4
shape7
shape8
Top