What's new

Dapatkan Daftar Situs Slot Online di SlotAO.com: Forum Slot Online Indonesia

Masih mencari kumpulan daftar situs judi slot online terpercaya yang fair play? Sekian banyak bandar slot online yang bertebaran di internet pasti membuat anda bingung, mana situs judi slot online yang terbaru dan terbaik. Apalagi saat menghadapi pandemi Covid ini yang tak kunjung habis ini, orang - orang berbondong-bondong mencari situs judi slot online terpercaya 2021 untuk mengisi waktu luangnya. Tunggu apa lagi, bergabung bersama kami disini untuk sharing bersama!

Ask question

Ask Questions and Get Answers from Our Community

Answer

Answer Questions and Become an Expert on Your Topic

Contact Staff

Our Experts are Ready to Answer your Questions

Menyoal Bucinnya Rahwana Kepada Shinta

SlotAO

Moderator
Staff member
Joined
Dec 16, 2021
Messages
12,717
Reaction score
0
Points
6
Menyoal Bucinnya Rahwana Kepada Shinta


Cangkeman.net -"Tuhan, kalau sayangku (kepada Shinta) ini terlarang, mengapa Kau bangun megah perasaan ini dalam sukmaku"

Untaian mengatakan tersebut diucapkan oleh Rahwana dalam kisah epos Ramayana & cukup populer di kalangan para pensayang.Quotedi atas adalah semacam protes sang Raja Alengkapura kepada Tuhan. Dia mungkin berpikir, sayang adalah anugerah. Tak ada yg dapat meniupkan rasa sayang ke-dalam sukma seseorang, kecuali Tuhan.

Dia berpikir sungguh aneh ketika perasaan sayang (yang dianugerahkan Tuhan) sudah tumbuh, namun kemudian terbentur tembok pranata & nilai-nilai yg notabene diturunkan oleh Tuhan juga. Dasamukapun liwung, dia mengambil keputusan menculik Shinta dalam keadaan nglayung atau setengah gila karena sayang. Kita semua tahu akhir cerita dari keputusan ngawur Putra Begawan Wisrawa ini.

Dasamuka, pejuang ataukah pendosa sayang?
Kacaunya, para pensayangnewbiejaman sekarang malah memuja Raja Alengka ini setinggi angkasa. Banyak dari mereka yg mendapuknya sebagai idola & panutan dalam urusan memperjuangkan sayang. Kaos-kaos & beraneka macam souvenir yg berisiquoteRahwana tersebut laku keras di pasaran.

Bagi saya pribadi, Rahwana tetaplah pendosa dalam urusan sayang. Maka ketika seorang pendosa sayang sudah diangkat jadi idola, kan jadi kacau urusannya. Jangan-jangan nanti generasi selanjutnya akan berlomba-lomba merebut sayang dari pasangan sahnya, kemudian dengan bangga mendaku sebagai pejuang sayang sejati.

Ok.. untuk urusan rasa, Pakne Indrajit ini tidak salah. Dia punya hak yg sama dengan manusia lain untuk mensayangi Shinta, atau wanita manapun saja. Entah itusinglemaupun yg sudah berkeluarga. Bukankah mensayangi adalah hak segala bangsa? Baik bangsa manusia, jin, maupun bangsa raksasa sekalipun.

Kesalahan fatal Rahwana
Namun ada satu hal yg dilupakan Rahwana, & itu jadi kesalahan fatalnya; yakni ketika dia memanifestasikan sayangnya kepada Shinta yg ketika itu sudah bersuami Rama, dalam bentuk penculikan. Artinya jelas bahwa dia memaksakan sayangnya kepada Shinta. Sedangkan segala bentuk pemaksaan dalam urusan sayang harusnya gugur demi hukum kan?

Dasakanta dapat saja berlindung dibalik alibi bahwa selama masa penculikan tersebut dia sama sekali tidak menyentuh Shinta. (yakin lu? Bertahun-tahun menculik cewek cantik semlohai semacam Shinta; & tidak ngapa-ngapain, ndak colak-colek? Jangan-jangan.. ah sudahlah) Toh tetap saja dia sudah merebut Shinta secara paksa dari Rama. Pakai empati dikit ngapa? Coba bayangkan perasaan Ramawijaya, pasti sakit tauk...

Akan lain ceritanya andai saja si putra sulung Sukesi tersebut dapat 'menikmati sendiri' perasaan sayangnya. Membawanya ke ranah pribadi nan suci & sunyi. Jika demikian, mungkin saat ini kita akan kompak mengenangnya sebagai pensayang sejati, alih-alih sebagai dedengkot angkara murka.

Andai sayang Rahwana bersifat platonic
Andai saja Rahwana sempat mengalami hidup di era 90-an yg penuh dengan lagu-lagumellow, dia akan mengenal sebuah kredo 'sayang tak harus memiliki' (yaaa.. meskipun hati akan terasa ambyar & remuk redam, wkwkwk). Dia perlu belajar banyak dari kebesaran hati generasi 90-an ini. Belajar bagaimana merawatplatonic lovetanpa setitikpun keharapan untuk memiliki. Eh tapi, gimana caranya mensayangi tanpa keharapan untuk memiliki? Ya simpan di dalam hati saja. Atau paling banter, tuangkan ke dalam syair lagu & puisi.

Atau kalau dia sempat hidup di jamannow, mungkin dia dapat menuliskan kisah patah hatinya ke dalam lagu-lagu ambyar ala Almarhum Didi Kempot; atau dapat juga dangdut hip-hop ala NDX aka familia. NDX aka familia, -kita tahu- mengusung sebuah kredo suci 'patah hati tak perlu ditangisi, cukup dijogedi'. Kan lumayan ta? Dia dapat tenar & bergelimang uang dari hasilmanagementpatah hatinya.

Apa mungkin Rahwana yg berangasan itu dapat berpuisi? Eh jangan salah. Sampeyan gak akan dapat menduga apa yg dapat dilakukan sayang. Apalagi ketika sedang patah hati. Sekali patah hati, kau akan getol menulis puisi. Dua atau tiga kali patah hati, kau sudah akan layak disebut sebagai penyair. Jika hingga 27 kali kau patah hati,you are a sufi.Ndak percaya? Coba saja.

Andai Saya Menjadi Ramawijaya
Andai (catet ya.. andai lho ini) saya berada dalam keadaan seperti yg dialami oleh Ramawijaya; sayang sejati saya direbut seorang yg berinisial Maulana Indraguna Sutowo, saya tidak akan memilih jalan perang. Ya iyalah.. lha saya mah apa atuh? Senjata tidak punya, berkelahi juga ndak ahli, wadyabala juga tiada. Tentu ndak realistis kalau dengan sumber daya yg serba terbatas itu saya menempuh jalan pedang melawan dia yg memiliki segalanya.

Saya akan memilih jalan sayang itu sendiri. Bersumpah untuk loyal memelihara sayang dalam dada, entah hingga kapan. Sebab manalah saya tahu akan rencana Tuhan. Dia dapat menelusupkan rasa sayang ke dalam hati kita -pun mencabutnya- kapanpun Dia mau. Kita tak punya kuasa menolak atau menahannya.

Tanpa merasa perlu untuk memiliki DiSas secara fisik (dari Shinta kok njur merembet ke DiSas sih?). Saya akan menderaskan mantra"Jangankan memilikimu duhai sayang, melihatmu bersin atau angop saja saya sudah bahagia tanpa umpama", & mengabadikan sosoknya dalam baris-baris puisi serta tembang. Sambil tak putus menyebutnya dalam doa. Bukankah doa adalah cara terbaik bagi para pensayang untuk memeluk (bayangan) kekasihnya? Begitulah kura-kura.


Tulisan ini ditulis oleh Rois Pakne Sekar diCangkemanpada tanggal 19 Mei 2022. Hari ini 19:32
 
shape1
shape2
shape3
shape4
shape7
shape8
Top