What's new

Dapatkan Daftar Situs Slot Online di SlotAO.com: Forum Slot Online Indonesia

Masih mencari kumpulan daftar situs judi slot online terpercaya yang fair play? Sekian banyak bandar slot online yang bertebaran di internet pasti membuat anda bingung, mana situs judi slot online yang terbaru dan terbaik. Apalagi saat menghadapi pandemi Covid ini yang tak kunjung habis ini, orang - orang berbondong-bondong mencari situs judi slot online terpercaya 2021 untuk mengisi waktu luangnya. Tunggu apa lagi, bergabung bersama kami disini untuk sharing bersama!

Ask question

Ask Questions and Get Answers from Our Community

Answer

Answer Questions and Become an Expert on Your Topic

Contact Staff

Our Experts are Ready to Answer your Questions

LEND LEASE AMERIKA UNTUK SOVIET

SlotAO

Moderator
Staff member
Joined
Dec 16, 2021
Messages
14,506
Reaction score
0
Points
6
LEND LEASE AMERIKA UNTUK SOVIET
Berkawan Baik di Era Perang Dunia II, Amerika Serikat Jor-joran Gelontorkan Dana Sampai 223 Miliar Dolar AS untuk Bantu Negara-negara Ini, Kenapa Akhirnya Jadi Musuh Abadi?

May N
Rabu, 13 April 2022 | 15:13 WIB


LEND LEASE AMERIKA UNTUK SOVIET
'Tiga besar' pemimpin penting planet ini selama Perang Dunia II, yaitu: Joseph Stalin, Presiden AS FD Roosevelt, Winston Churchill.(HITS Daily Double)
Intisari - Online.com - Program Lend-Lease diluncurkan oleh Sekutu dalam rangka memberi bantuan skala akbar kepada Uni Soviet pada Perang Dunia II.
Mengutip Wikipedia, Lend-Lease atau yg secara resmi diketahui sebagai An Act to Promote the Defense of the United States adalah program di mana AS menyuplai Inggris & Persemakmuran Inggris, Perancis, Republik Rakyat China, & Uni Soviet serta negara-negara Sekutu lain dengan makanan, minyak & bantuan lain antara 1941-1945.
Utang ini diberikan dengan dasar bahwa bantuan itu penting untuk pertahanan AS.
Bantuan melibatkan kapal & pesawat perang, bersama dengan persenjataan lain.
Utang ditandatangani pada 11 Maret 1941 & berakhir pada 20 September 1945.
Secara umum, bantuan itu gratis, walaupun beberapa peralatan keras seperti kapal dikembalikan setelah perang.
AS mendapatkan kemudahan pinjaman pangkalan angkatan darat & angkatan laut di wilayah Sekutu selama perang.
Sementara itu dari pihak Soviet, diperkirakan bantuan mencapai tujuh persen dari jumlah kapasitas produksi keseluruhan Uni Soviet.
Peran kerja sama ekonomi dengan Amerika Serikat, Inggris, & Kanada tak dapat diremehkan, seperti dihinggakan oleh Oleg Budnitsky, Direktur Pusat Sejarah & Sosiologi Perang Dunia II & Konsekuensinya dari Higher School of Economics.
Berdasarkan nilai tukar dolar pada 2022, dengan tingkat inflasi yg disesuaikan, jumlah bantuan tersebut mencapai 223 miliar dolar AS.
Bantuan itu cukup krusial dalam beberapa area kunci.
Misalnya, pada awal 1942 tank Barat menggantikan seluruh tank Soviet yg hancur dalam perang, bahkan dalam jumlah tiga kali lipat.
Sekitar 15 persen pesawat yg dipakai oleh Angkatan Udara Soviet dipasok oleh Sekutu, termasuk pesawat tempur Airacobra & pesawat pengebom Boston.
Sekutu juga memasok 15 ribu mesin canggih pada masa itu. Alexander Pokryshkin, pilot Soviet yg tersohor, terbang mengpakai Airacobra, begitu pula seluruh anggota skuadronnya.
Pokryshkin berhasil menembak jatuh 59 pesawat musuh, & 48 di antaranya berkat peralatan militer Amerika.
Kerja sama ini juga melibatkan penyediaan bahan bakar pesawat terbang, saat itu ternyata Uni Soviet tidak sanggup memproduksi bahan bakar dengan angka oktan yg tinggi.
Bahan bakar itu memang dipakai untuk peralatan yg dipasok oleh Sekutu.
Tentara Soviet di Perang Dunia II menghadapi masalah dalam bidang komunikasi & transportasi, karena industri Soviet tidak sanggup memenuhi permintaan lokal baik secara kualitas maupun kuantitas.
Sebagai gambaran, pada 1941 saja tentara Soviet kehilangan 58 persen kendaraannya.
Untuk memulihkan kerugian ini, Sekutu memasok lebih dari 400 ribu kendaraan, khususnya truk, untuk Uni Soviet.
Pada masa pendudukan Jerman, perusahaan Daimler Benz membangun pabrik kendaraan di Minsk (kini jadi ibukota Belarus).
Setelah kemerdekaan kota tersebut, dibangunlah pabrik kendaraan Amerika di bawah program Lend-Lease di letak tersebut.
Tak cuma pasokan produk jadi, pasokan bahan mentah pun sangat amat pentingbaja, bahan kimia & produk lain, yg entah tak diproduksi di Uni Soviet atau musnah akibat perang.
Sebagai contoh, lebih dari separuh pesawat Soviet dibuat mengpakai aluminium yg dipasok oleh Sekutu.
Terdapat empat protokol Lend-Lease.
Dalam protokol perdana cuma 20% pasokan berupa peralatan militer, sedangkan 80% lainnya terkait industri & produksi pangan.
Sekutu memasok 1.900 lokomotif untuk Uni Soviet, sementara Soviet cuma memproduksi 446 lokomotif dalam periode yg sama.
Sekutu juga memasok 11 ribu gerbong untuk Soviet, sementara Soviet sendiri cuma memproduksi seribu gerbong.
Tak dapat terbayangkan bagaimana perekonomian Soviet dapat bertahan tanpa bantuan Sekutu.
Sebagai contoh, kabel telepon yg dipasok oleh Sekutu dapat memutari garis ekuator Bumi.
Bantuan Sekutu juga sangat krusial dalam pembangunan kembali produksi di wilayah-wilayah negara yg baru merdeka, termasuk pasokan bibit untuk membangun kembali bidang pertanian.
Tak ketinggalan, Sekutu mengirim 610 ribu ton gula untuk Uni Soviet, sementara Uni Soviet sendiri memproduksi 1,46 juta ton.
Sebelum berakhirnya perang, Uni Soviet & AS menegosiasikan pinjaman untuk restorasi perekonomian nasional.
Secara khusus, AS menawarkan pinjaman skala akbar untuk Soviet dengan durasi 35 tahun, & kembang dua persen per tahun.
Namun, tawaran tersebut ditolak oleh pemerintah Soviet.
Menteri Luar Negeri Vyacheslav Molotov mencoba menegosiasikan pinjaman enam miliar dolar AS untuk 30 tahun, namun hubungan ekonomi gagal dibangun.
Uni Soviet tak mau bergantung secara ekonomi pada Barat, karena pemimpin Soviet tak yakin dengan ketulusan bantuan dari sekutu.
Pemimpin Uni Soviet Joseph Stalin pernah duduk bersama dengan Perdana Menteri Inggris Winston Churchill & Presiden AS F.D. Roosevelt saat dia mendapatkan anugerah Pedang Stalingrad sebagai tanda kehormatan kemampuan Uni Soviet dalam perang.
Namun Stalin sendiri mengatakan: Winston Churchill akan merogoh saku Anda untuk mengambil tiap sen milik Anda, & Roosevelt akan mengambil rubel Anda.
Sikap itu dinilai tidak adil oleh AS yg sudah memberikan bantuan ke Uni Soviet dalam skala besar.
Hal ini diperparah dengan Uni Soviet menolak berpartisipasi dalam institusi keuangan global yaitu IMF & Bank Dunia, & menolak undangan ikut dalam Marshall Plan.
Akhirnya terjadilah Perang Dharap antara AS & Uni Soviet, menciptakan hubungan ekonomi kedua negara semakin terpuruk.

Penulis:May N

LEND LEASE AMERIKA UNTUK SOVIET
LEND LEASE AMERIKA UNTUK SOVIET


ALL HELP FOR UKRAINE NOW

0.jpg

Hari ini 14:32
 
shape1
shape2
shape3
shape4
shape7
shape8
Top